Anggota Polisi Pingsan Terjepit Demonstran

23 Juni 2010    2 Komentar    Purwakarta

Brigadir Satu Rizki, anggota pengendali massa Polres Purwakarta, Jawa Barat, pingsan tergencet ratusan massa buruh dalam aksi unjuk rasa di lokasi pabrik PT. Sumi Indo Wiring System, di kawasan industry Kota Bukit Indah, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Rabu (23/6).

Beruntung dalam himpitan massa yang marah, Rizki berhasil dilarikan puluhan kawannya. Ia langsung dievakuasi ke dalam gedung pabrik untuk mendapatkan pertolongan medis. Rizky, dikabarkan sudah mulai siuman ketika aksi unjuk rasa selesai dan massa membubarkan diri.

Aksi unjuk rasa menentang pemutusan hubungan kerja 17 karyawan PT. Sumi Indo yang dikoordinasikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia tersebut, berlangsung panas. Suasana ini dipicu oleh sikap manajemen perusahaan asal Jepang itu yang berkukuh tetap mem-PHK mereka. “Tutuntan kami sederhana sekali, cabut PHK ke-17 karyawan itu, selesai urusan,” kata Fuad, Ketua Konsulat FSMPI Purwakarta, di lokasi kejadian.

Menurut Fuad, pihaknya sudah melakukan tekanan lewat aksi unjuk rasa sejak 27 Mei lalu. “Tapi tuntutan kami dianggap angin lalu. Untuk membuktikan keseriusan upaya pembelaan terhadap 17 rekan kita, kami pun kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar. Perjuangan kami tidak akan berhenti sebelum tuntutan dikabulkan,” Fuad menegaskan sikap pekerja.

Sayangnya, menejemen PT.Sumi Indo tak ada yang menemui mereka. Budi Eko Prasetyo, pimpinan perusahaan perakitan kabel body kendaraan bermerk Honda itu juga tak menampakan batang hidungnya. Saking kesalnya, pengunjuk rasa sempat melakukan aksi konvoi keliling kawasan industi Kota Bukit Indah. Bahkan mereka memblokir jalan tol Jakarta-Cikopo. Untuk mengamankan lokasi pabrik, kepolisian kemudian melakukan penjagaan ketat dengan menerjunkan 463 personil gabungan Dalmas dari Polres Purwakarta, Subang dan Karawang.

Nanang Sutisna

BERITA TERKAIT

2 Komentar Pada “Anggota Polisi Pingsan Terjepit Demonstran”

  1. MR :

    Warung-warung yang berada di atas saluran irigasi sekitar Kp. Kertabumi, masih tetap berada pada posisinya, padahal pihak pemda sudah memberikan himbauan untuk segera di bongkar, tapi himbauan itu tidak dihiraukan oleh para pemiliknya. Kami sebagai bagian dari masyarakat sekitar itu merasa risih karena jika malam hari warung tersebut sering dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang kurang negatif. Selain daripada itu kami juga menganggap keberadaan warung-warung tersebut dianggap kurang pantas dan mengganggu kenyamanan serta keindahan wilayah kota Purwakarta. Mohon segera ditertibkan sesuai dengan peraturan pemda Purwakarta. Terimakasih

  2. indra :

    saya mendukung trus aksi perjuangan fspmi SIWS truuuuuuuuuuuuuuus berjuang/
    pa polisi cukup diam saja d pos SIWS BIAR DAPAT UANA ? LEBARAN BENTAR AGI PA

Komentar Anda